!!! _ Welcome in My Simply Blog - And Don't Forget to Follow this Site _ !!!
Daftar Isi

IMAN Kepada MALAIKAT

Share on :
PENDAHULUAN
Iman berasal dari kata  ﻣَﻦَ ﻳُﺆْﻣِﻦُ , yang artinya percaya dan membenarkan. Menurut bahasa, iman adalah pengakuan kebenaran sesuatu dengan hati. Di dalam Islam, iman memiliki arti sebagai berikut :
ﺗَﺼْﺪِﻳْﻖٌﺑِﺎﻟْﻘَﻠْﺐِﻭَﺇِﻗْﺮَﺍﺭٌﺑِﺎﻟﻠﱢِﺴَﺎﻥِﻭَﻋَﻤَﻞٌﺑِﺎْﻷَﺭْﻛَﺎﻥِ
Artinya : Iman itu ialah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan (ucapan), dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

Iman mencakup tiga aspek, yaitu pembenaran dengan hati, ucapan dengan lisan, dan pembuktian dengan amal perbuatan. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Ada empat hal pokok yang perlu diimani. Keempat pokok tersebut adalah sebagai berikut :
a. Ketuhanan adalah hal yang berkaitan dengan nama, sifat dan kekuasaan Allah SWT.
b. Kenabian/kerasulan adalah hal yang berkaitan dengan para nabi/rasul, sifat-sifatnya, tugasnya, dan kesucian peribadinya.
c. Ruhaniyyat adalah hal yang berkaitan dengan alam lain seperti : malaikat, jin dan roh.
d. Sam’iyyat adalah hal yang berkaitan dengan alam gaib, seperti : alam barzakh, alam kubur, hari kiamat, dan alam akhirat.

PENGERTIAN IMAN KEPADA MALAIKAT
Kata malaikat adalah jama’ dari kata malakun ( ﻣَﻠَﻚٌ ) yang artinya utusan. Menurut istilah, malaikat adalah makhluk rohani yang bersifat gaib, diciptakan dari nur (cahaya), selalu taat, tunduk serta patuh kepada Allah SWT, dan tidak pernah inkar kepada-Nya. Mereka tidak membutuhkan makan, minum, atau tidur. Mereka tidak mempunyai keinginan apapun secara fisik, serta menghabiskan waktunya siang dan malam hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Iman kepada Malaikat merupakan rukun iman yang kedua, sehingga pembahasan dalam bab ini merupakan kelanjutan dari rukun iman kepada Allah sebagai rukun iman yang pertama. Iman kepada Malaikat itu sendiri mengandung makna bahwa kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah dan melaksanakan tugas-tugas tersebut sebagaimana perintah-Nya. Indikator dari orang beriman adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat Malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud kongkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-harinya.

Sebagai umat Islam beriman kepada hukumnya fardlu ‘ain (kewajiban yang bersifat individual). Adapun perintah untuk beriman kepada malaikat terdapat di beberapa ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, antara lain hadits yang menerangkan iman kepada malaikat sebagai berikut :
ﻋَﻦْﺣُﻤَﻴْﺪﺑﻦﻋﺒﺪﭐﻟﺮﺣﻤﻦﭐﻟﺤﻤﻴﺮﻱﻗﺎﻝﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝﭐﷲﺹﻡﭐﻹِْﻳْﻤَﺎﻥُأَﻥْﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﷲِﻭَﻣَﻠٰﺌِﻜَﺘِﻪِﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِﻭَﭐﻟْﻴَﻮْﻡِﭐﻵْﺧِﺮِﻭَﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِﺧَﻴْﺮِﻩِﻭَﺷَﺮﱢﻩِ

Artinya : “Dari Humaid bin Abdurrahman Al Humairi berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : ‘’Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan percaya kepada qadar yang baik dan buruk’’. (H.R. Muslim).

Sebagai orang yang beriman kepada Allah, tentu akan beriman pula kepada para Malaikat. Hal ini merupakan konsekuensi logis karena Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya yang harus diyakini eksistensinya dalam alam semesta ini.

Malaikat adalah ciptaan Allah yang berasal dari cahaya (nur) dan senantiasa mengabdi kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya. Malaikat ini merupakan makhluk Allah yang selalu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka dengan penuh ketaatan, bahkan malaikat juga bersujud kepada manusia, berbeda dengan iblis yang menentang perintah bersujud kepada manusia tersebut. Hal ini disebabkan karena iblis diciptakan Allah dari api (naar).

DALIL NAQLI IMAN KEPADA MALAIKAT
Sebagai rukun iman yang kedua, iman kepada Malaikat ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat antara lain :

a. Q.S Al-Baqarah 285:
Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah , malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

b. QS AT Tahrim 6
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

c. Q.S An-Nisa’ ayat 136:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
4.    Hadits
“Malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan jin dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua”. (dari tanah). (H.R. Muslim dan Aisyah).
NAMA DAN TAUGAS MALAIKAT
Malaikat merupakan ciptaan Allah yang berwujud sebagai makhluk halus dan ghaib, sehingga Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10, yaitu :

No
Nama Malaikat
Tugas
1
Jibril
Menyampaikan wahyu
2
Mikail
Membagi rejeki
3
Izrail
Pencabut nyawa
4
Israfil
Peniup sangkakala
5
Raqib
Pencatat amal baik
6
Atid
Pencatat amal jelek
7
Munkar
Penanya orang mati
8
Nakir
Penanya orang mati
9
Malik
Penjaga neraka
10
Ridwan
Penjaga surga

KEDUDUKAN MANUSIA DAN MALAIKAT
Strata manusia lebih sempurna dan mulia di sisi Allah daripada malaikat. Sebagaimana firman Allah SWT Q.S. Al Isra : 70 :
Artinya : Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Oleh sebab itu Allah SWT, mengangkat manusia menjadi khalifah/wakil Allah (Q.S. 2 : 30). Keterkaitan manusia dan malaikat terletak pada kedudukan dan tugasnya yang berbeda, yaitu sebagai berikut :
·         Manusia adalah hamba Allah SWT dan utusannya sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas untuk mengelola dan memakmurkan bumi dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan makhluk lainnya.
·         Malaikat adalah hamba Allah SWT dan utusan-Nya yang bertugas antara lain mengawasi/menjaga perbuatan manusia saat melaksanakan fungsinya sebagai penguasa/khalifah.
Dengan demikian,sesungguhnya malaikat dan manusia adalah sama-sama utusan Allah SWT. Sebagaimana diterangkan dalam Q.S. Al Hajj : 75 ;
Artinya : Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari Malaikat dan dari manusia; Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.

Antara manusia dengan malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan. Di antara persamaan dari kedua makhluk tersebut adalah :
a. Sama-sama makhluk Allah
b. Sama-sama berkewajiban menyembah kepada Allah
c. Sama-sama memiliki akal
Sedangkan perbedaan antara manusia dengan malaikat adalah:
No
Manusia
Malaikat
1
Nyata
Ghaib
2
Diciptakan dari tanah
Diciptakan dari cahaya
3
Berjenis kelamin
Tidak berjenis kelamin
4
Memiliki nafsu
Tidak memiliki nafsu
5
Bisa dilihat (makhluq kasar)
Tidak bisa dilihat (makhluq halus)
6
Akalnya bersifat dinamis
Akalnya bersifat statis
7
Tidak terjaga dari dosa
Terjaga dari dosa
8
Mengatur, mengelola bumi sebagai khalifah
Mengawasi / menjaga manusia sebagai khalifah

Tabi’at Malaikat
Tabiat malaikat yang mencerminkan sifat dan ciri-cirinya itu di antaranya ialah sebagai berikut :
a. Tidak akan pernah menyekutukan Allah, karena hanya kepada Allah bersujud.
b. Takut kepada-Nya dan tidak akan pernah menyombongkan diri.
c. Melaksanakan apa yang diperintahkan Allah tanpa membantah sedikitpun.
d. Malaikat adalah hamba-hamba yang dimuliakan dan tidak pernah mendahului Allah, sebelum ada perintah dari-Nya.
e. Bisa bercakap-cakap dan menjelma menjadi manusia.

HIKMAH IMAN KEPADA MALAIKAT
Kewajiban beriman kepada Malaikat ini memiliki beberapa hikmah yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Di antara hikmah beriman kepada malaikat tersebut adalah :
a.       Meningkatkan keimanan manusia kepada Allah, mengingat Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya
b.      Membentuk jiwa seorang muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah, karena iman kepada Allah dan iman kepada Malaikat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan
c.       Mendidik manusia agar patuh menjalankan perintah Allah SWT, menjauhi larangan-Nya dan takut kepada adzab-Nya
d.      Mendorong manusia untuk senantiasa bertindak hati-hati, karena dia menyadari bahwa setiap perbuatannya selalu diawasi oleh para Malaikat
e.       Mendorong manusia untuk selalu meningkatkan amal baik, karena manusia menyadari bahwa sekecil apapun tindakan baiknya akan dicatat oleh Malaikat
f.       Menghindarkan diri manusia dari perbuatan tercela yang akan menurunkan martabat dan derajat dari manusia itu sendiri
g.      Meyakini bahwa rizki yang diperolehnya pada hakekatnya berasal dari Allah SWT, dan mensyukuri sekecil apapun yang diperolehnya

TANDA-TANDA PERILAKU BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Sebagai muslim yang memiliki iman kepada Malaikat, seseorang akan menunjukkan beberapa perilaku yang mengindikasikan dari rasa keimanannya itu sendiri. Di antara tanda-tanda perilaku dari orang yang beriman kepada Malaikat antara lain :
a. Bertindak hati-hati dalam berperilaku keseharian
b. Memiliki kepedulian social dalam hidup dengan masyarakat sekitar
c. Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri tauladan bagi lingkungannya
d. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu
e. Berpikiran positif terhadap berbagai kejadian yang terjadi sekitarnya
f. Berusaha sekuat tenaga untuk menghindari berbagai perbuatan buruk
g. Tidak bersikap sombong (riya’) dalam berbuat kebaikan

Dari berbagai uraian di atas, yang menjadi fokus perhatian dari keimanan kepada Malaikat adalah pembentukan sikap dan perbuatan yang menunjukkan keimanan itu sendiri. Inilah yang menjadi indikator penting dalam menilai derajat keimanan seseorang kepada Malaikat.
Adapun penerapan sikap dan perilaku yang mencerminkan beriman kepada malaikat ialah sebagai berikut :
a)      Membiasakan dan senang sekali melakukan kegiatan amal saleh, disiplin dan patuh kepada ajaran Islam
b)      Bekerja keras (berjihad) dan tidak khawatir, karena yakin akan perlindungan Allah SWT
c)      Memurnikan ajaran Islam dengan memantapkan tauhid dalam jiwa, dan menjauhi mempercayai takhayul dan mistik.
d)     Menjauhi dan mencegah perbuatan-perbuatan tercela yang tidak diridlai Allah SWT.
e)      Waspada dan mawas diri karena merasakan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasinya.
f)       Jujur dan meyakini bahwa kelak akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya yang baik dan buruk.

Iman kepada Malaikat Jika Diterapkan dalam Kerja / Bisnis.
Pelaku bisnis yang yakin terhadap keberadaan malaikat, serta fungsinya akan semakin qana’ah dan bekerja keras. Firman Allah SWT dalam Q.S. Ar Ra’d ; 11 :
Artinya : “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.
[767] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
[768] Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

Dari ayat tersebut di atas, pelaku bisnis tidak perlu backing atau pelindung diri, seperti : pengawal peribadi, centeng, atau senjata api. Cukup malaikat yang menjaganya secara bergantian / bergiliran.
Oleh sebab itu, agar kita dapat dijaga malaikat atas izin Allah SWT, maka kita harus bersikap dan berperilaku yang sesuai dengan keinginan Allah SWT, yang telah terinformasi Al Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup manusia. Firman Allah SWT Q.S. Ali ‘Imraan : 138 :
Artinya : (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

RANGKUMAN MATERI
1. Iman kepada Malaikat itu sendiri mengandung makna bahwa kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah dan melaksanakan tugas-tugas tersebut sebagaimana perintah-Nya. Indikator dari orang beriman adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat Malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud kongkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-harinya.
2. Iman kepada Malaikat ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat antara lain :
- Q.S Al-Baqarah 285:
- QS AT Tahrim 6
- Q.S An-Nisa’ ayat 136:
- Hadis-hadis nabi
3. Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10
4. Antara manusia dengan malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan.
5. Iman kepada malaikat memiliki hikmah diantaranya meningkatkan iman dan Taqwa kepada Allah , mendorong manusia untuk hati-hati dan meningkatkan amal serta menghindarkan diri dari sifat tercela.
6. Seorang yang beriman kepda malaikat dapat dilihat dari sikap dan perilakunya sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar